Sabtu, 22 Desember 2012

pengaruh kelembaban terhadap pertumbuhan


disini, aku akan sedikit berbagi ilmu tentang pengamatan "pengaruh kelembaban tanah terhadap pertumbuhan bawang daun". aku melakukan pengamatan ini di kelas XII SMA... terima kasih untuk ibu Dra. Asia yang sudah memberikan bimbingannya sehingga karya tulis ilmiah ini selesai... ^^  semoga  bermanfaat ....



PENGARUH KELEMBABAN TANAH
TERHADAP PERTUMBUHAN BAWANG DAUN


                                     
DI SUSUN OLEH :
NURMAILI

KELAS : XII IPA 2


KEMENTERIAN AGAMA  PROVINSI BENGKULU
MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 MODEL BENGKULU
JL.CIMANUK KM 6,5
TAHUN AJARAN 2011/2012




Halaman Pengesahan

PENGARUH KELEMBABAN TANAH
TERHADAP PERTUMBUHAN BAWANG DAUN

Di susun oleh:
Guru Biologi


Dra.Asia








KEMENTERIAN AGAMA  PROVINSI BENGKULU
MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 MODEL BENGKULU
JL.CIMANUK KM 6,5
TAHUN AJARAN 2011/2012




Kata pengantar

            Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah tentang pengaruh kelembaban tanah terhadap pertumbuhan bawang daun ini dapat tepat pada waktunya.
karya ilmiah ini di susun untuk memberikan penjelasan,semua pengaruh dari kelembaban tanah terhadap pertumbuhan bawang daun.
penulis juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyusun karya ilmiah ini. penulis menyadari bahwa karya ilmiah ini masih jauh dari kata sempurna,oleh  sebab itu penulis mengharapkan keritik dan saran pembaca dan semoga karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi semua yang membacanya.

Bengkulu, 17 september 2011

                                                                                 penulis










DAFTAR ISI
Halaman Judul
Halaman Pengesahan...........................................................................i
Kata
Pengantar....................................................................................ii
Daftar
Isi..............................................................................................iii
BAB 1 Pendahuluan
            1.1 LatarBelakang.....................................................................1
1.2 Tujuan Penelitian.................................................................1
1.3 Rumusan Masalah................................................................2
1.4 Batasan Masalah ..................................................................2
BAB II Tinjauan Pustaka ……………………………………………3
BAB III Metode Penelitian
            3.1 Waktu Dan Tempat...............................................................7
            3.2 Alat Dan Bahan....................................................................7
            3.2 Lankah Kerja………………………………………………7
3.3 Pendekatan Penelitian...........................................................8
            3.2 Sumber Data…………………………………………….....8
BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan
            5.1 Hasil Penelitian ....................................................................9
            5.1 Pembahasan..........................................................................9
BAB V Penutup
            6.1 Kesimpulan…………………………………..….…….….10
            6.2 Saran…………………………………………….………..10




BAB I
PENDAHULUAN

1.1     Latar Belakang
          Pada zaman sekarang ini banyak sekali tanaman/ tumbuhan yang bisa dimanfaatkan,salah satunya bawang bawang daun.hampir setiap orang mengenal bawang daun.
Bawang dau merupakan jenis sayuran dari kelompok bawang,yang biasanya sering digunakan dalam berbagai jenis masakan sperti martabak telur,sop,dll
Tanaman ini mengandung sapoin.tanin dan minyak atsiri yang bermanfaat untuk merendahkan perut kembung,flu,batuk,sesak nafas,diurerik,nyeri sendi dan anti radang,diaforetik,menghilangkan bengkak kerena busul,dan menghilangkan bekas gigitan serangga. Mengingat banyaknya manfaat bawang daun, saat ini tanaman ini terus di budidayakan.
Dalam ekosistem komponen biotik dan abiotik saling membutuhkan (saling ketergantungan). Kelembaban merupakan salah satu komponen abiotik dalam tumbuhan/ekosistem, dikarenakan di wilayah kota bengkulu sulit membedakan kelembaban udara, maka di dalam penelitian ini penulis mengambil kelembaban tanah. Oleh Sebab itu kami melakukan penelitian tentang pengaruh kelembaban tanah terhadap pertumbuhan bawang daun yang lebih baik lagi.

1.2  Tujuan Penelitian         
          Tujuan penelitian dan penulisan karya ilmiah ini adalah :
1. untuk menyelesaikan tugas biologi
2. untuk mengetahui pengaruh dari kelembaban tanah pertumbuhan bawang  daun
3.untuk menghetaui kelembaban tanah yang baik untuk tanaman bawang daun
4.untuk mengetahui cara menanam bawang daun

1.3  Rumusan Masalah
Adapun permasalahan yang akan kami bahas adalah sebagai berikut:
1.apa pengaruh dari  kelembababan tanah terhadap pertumbuhan bawang daun?
2. bagaimana menentukan kelembaban tanah  yang baik untuk menanam bawang daun?
3. bagaimana cara menanam bawang daun?

1.4  Batasan Masalah
Adapun batasan-batasan masalah yang kami buat agar penelitian ini dapat berjalan dengan baik adalah sebagai berikut :
1.      Tanaman yang diteliti adalah bawang daun
2.      Kelembaban tanah yang digunakan adalah kering, sedang, dan lembab
         












BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1  Tanah
            Tanah ialah kumpulan dari benda alam di permukaan bumi yang tersusun dalam horizon-horison (lapisan tanah) yang terdiri dari campuran bahan mineral, organik air dan udara dan merupakan media tumbuhnya tanaman (Sarwono,2006). Salah satu peranan tanah dalam bidang pertanian adalah sebagai tempat penyimpanan air yang sangat penting dalam hubungan dengan kation, pelapukan bahan oraganik dan kegiatan jasad-jasad mikro. Hal ini hanya dapat berlangsung dengan baik bilamana tersedia air dan udara yang cukup. Oleh sebab itu kelembaban tanah menjadi salah satu faktor penting pada pertumbuhan tanaman
            Tanah adalah lapisan permukaan bumi yang secara fisik berfungsi sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran sebagai penopang tumbuh tegaknya tanaman dan menyuplai kebutuhan air dan hara ke akar tanaman; secara kimiawi berfungsi sebagai gudang dan penyuplai hara atau nutrisi (baik berupa senyawa organik maupun anorganik sederhana dan unsur-unsur esensial, seperti: N, P, K, Ca, Mg, S, Cu, Zn, Fe,Mn, B, Cl); dan secara biologis berfungsi sebagai habitat dari organisme tanah yang turut berpartisipasi aktif dalam penyediaan hara tersebut dan zat-zat aditif bagitanaman; yang ketiganya (fisik, kimiawi, dan biologi) secara integral mampumenunjang produktivitas tanah untuk menghasilkan biomass dan produksi baiktanaman pangan, tanaman sayur-sayuran, tanaman hortikultura, tanaman obat-obatan, tanaman perkebunan, dan tanaman kehutanan.
Dari segi klimatologi, tanah memegang peranan penting sebagai penyimpan air dan menekan erosi, meskipun tanah sendiri juga dapat tererosi. Komposisi tanah berbeda-beda pada satu lokasi dengan lokasi yang lain. Air dan udara merupakan bagian dari tanah.
2.2  Kelembaban
Kelembapan  adalah konsentrasi uap air di udara. Angka konsentasi ini dapat diekspresikan dalam kelembapan absolut, kelembapan spesifik atau kelembapan relatif. Alat untuk mengukur kelembapan disebut higrometer. Sebuah humidistat digunakan untuk mengatur tingkat kelembapan udara dalam sebuah bangunan dengan sebuah pengawalembap (dehumidifier). Dapat dianalogikan dengan sebuah termometer dan termostat untuk suhu udara. Perubahan tekanan sebagian uap air di udara berhubungan dengan perubahan suhu. Konsentrasi air di udara pada tingkat permukaan laut dapat mencapai 3% pada 30 °C (86 °F), dan tidak melebihi 0,5% pada 0 °C (32 °F).

2.3  Kelembaban Tanah
            Kelembaban tanah merupakan faktor penting untuk kehidupan dan sangat menarik untuk dikaji. Fungsi utama dari kelembaban tanah adalah mengontrol pembagian air hujan yang turun ke bumi menjadi run off ataupun infiltrasi. Kelembaban tanah sangat penting untuk studi potensi air dan studi neraca air.
            Kelembaban dan suhu sangat mempengaruhi proses pertumbuhan tanaman. Kelembaban tanah yang rendah akan berpengaruh terhadap menurunya jasad yang berada di dalam tanah itu sendiri. Apabila hal itu terjadi maka akan mempengaruhi proses-proses kimiawi dan aktivitas jasad-jasad yang dapat merombak unsur hara dalam tanah yang merupakan asupan yang penting bagi proses pertumbuhan pada tanaman.
2.4  Bawang Daun
            Daun bawang merupakan jenis sayuran dari kelompok bawang yang banyak digunakan dalam masakan. Dalam seni masak Indonesia, daun bawang bisa ditemukan misalnya dalam martabak telur, sebagai bagian dari sop, atau sebagai bumbu tabur seperti pada soto.
Daun bawang sebenarnya istilah umum yang dapat terdiri dari spesies yang berbeda. Jenis yang paling umum dijumpai adalah bawang daun (Allium fistulosum). Jenis lainnya adalah A. ascalonicum, yang masih sejenis dengan bawang merah. Kadang-kadang bawang prei juga disebut sebagai daun bawang.
Bawang daun (allium sp) telah ditanam sejak berabad-abak yang lalu di Cina dan Jepang. Ia merupakan tanaman perennial (tahunan) yang dibudidayakan secara annual (semusim) atau biennial (dua musim). Tanaman bawang daun tidak menghasilkan umbi, berdaun bulat panjang, dan berlubang seperti pipa. Struktur bunganya sama dengan bawang merah, dengan warna bunga putih. Bijinya yang masih muda berwarna putih dan setelah tua menjadi hitam.
Ada dua jenis bawang daun, yaitu bawang bakung (allium fistulosum) atau bawang semprong / sibol dan bawang prei (allium porrum) atau leek. Yang pertama memiliki umbi kecil dengan daun bulat, panjang, dan berlubang seperti pipa. Sedang yang kedua tidak memiliki umbi dengan daun panjang, pipih berpelepah panjang, dan liat.

2.5  Khasiat Bawang Daun
Bawang daun diketahui banyak mengandung saponin, tanin, dan minyak asiri Dengan kandungannya tersebut, Bawang Daun berkhasiat untuk meredakan perut kembung, batuk, flu, sesak nafas karena flu, diuretik, diaforetik, nyeri sendi dan anti radang; menghilangkan bengkak karena bisul; serta menghilangkan bebas gigitan serangga.
Daun bawang mempunyai nilai gizi yang sama dengan bawang putih dan bawang merah. Daun bawang sebagai penyedia asam folat, serat, vitamin B6, vitamin C, besi, dan mangan. Sebab daun bawang tak sepadat dengan bawang putih atau bawang merah, maka sebaiknya dikonsumsi sedikit lebih banyak daripada keduanya dengan maksud memperoleh nilai yg sama besarnya. Penelitian menunjukkan bahwa daun bawang (seperti bawang merah dan bawang putih) dapat meningkatkan sistem imunitas, menurunkan kolesterol, dan memerangi kanker.
2.6  Syarat Tumbuh Bawang Daun
Bawang daun bisa tumbuh di dataran rendah maupun tinggi. Dataran rendah yang terlalu dekat pantai bukanlah lokasi yang tepat karena pertumbuhan bawang daun menginginkan ketinggian sekitar 250-1.500 m dpl. Di daerah dataran rendah produksi anakan bawang daun juga tak seberapa banyak. Curah hujan yang tepat sekitar 1.500-2.000 mm/tahun. Daerah tersebut sebaiknya juga memiliki suhu udara harian 18-25°C. Tanah dengan pH netral (6,5-7,5) cocok untuk budi daya bawang daun. Bila tanah bersifat asam lakukan pengapuran pada saat pengolahan tanah. Jenis tanah yang cocok ialah andosol (bekas lahan gunung berapi) dan tanah lempung yang mengandung pasir.




BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1   Waktu Dan Tempat Penelitian
Rumah Resti okvita sari

jalan.jati IV rt 05 rw 02 no 42 kel.sawah lebar bengkulu
12 agustus-14 September 18, 2011


3.2  Alat Dan Bahan
1. daun bawang
2. 3 buah pot
3. pisau
4. kompos dan pasir
5. air
6. pennggaris

3.3  Langkah Kerja
1. potong bawang daun sekitar 10 cm dari akar
2. lalu siapkan  3 pot yang ukuran nya sama
3. pot yang pertama  di isi oleh kompos dan pasir dengan perbandingan 2:1
4. pot yang  ke dua di isi oleh kompos dan pasir dengan perbandingan 1:1
5. pot yang ke 3 di isi oleh kompos dan pasir dengan  perbandingan 1:2
6. setelah semua pot selesai di isi, tanam bawang daun dengan ukuran yang sama.
7. siram setiap hari dengan jumlah air yang sama
8. amati perubahanya selama 1 bulan dan ukur perubahannya
3.4  Pendekatan Penelitian
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan penelitian kualitatif. Karena data dan informasi yang peneliti kumpulkan lebih banyak bersifat keterangan-keterangan atau penjelasan yang bukan berbentuk angka.

3.4   Sumber Data
          Sumber data dalam penelitian ini adalah dari hasil eksperimen, berbagai jenis buku yang bersangkutan, dan internet.





BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.1 Hasil Penelitian
          Data hasil penelitian pengaruh kelembaban tanah terhadap pertumbuhan bawang daun.
minggu ke- (cm)

1
2
3
4
pot 1 (lembab)
15
23,6
34
38,5
pot 2 (sedang)
12
20,4
29
32
pot 3
(kering)
7,5
13
18
22,5

5.2   Pembahasan
Dari hasil penelitian yang di lakukan, tanaman bawang daun di kelembaban  tanah yang lembab (kompos lebih banyak dari pasir) maka tanaman  itu akan jauh lebih panjang dibanding dengan tanaman bawang daun di kelembaban tanah yang sedang dan kering (yang kompos nya sedikit).
Tanaman bawang daun di kelembaban tanah yang lembab (kompos nya banyak) daun ya berwarna hijau dan subur,sedangkan yang komposnya sedikit warnanya menjadi hijau  pucat.
            Pertumbuhan di tempat tanah yang lembab (komposnya banyak) akan lebih cepat dibandingkan pertumbuhan bawang daun di tempat kering (komposnya sediki)
Hal di atas menunjukkan bahwa tanaman bawang daun sangat membutuhkan kelembaban tanah yang cukup agar dapat tumbuh degan baik.





BAB VI
PENUTUP

5.1  Kesimpulan
Dari hasil penelitian maka dapat kami simpulkan yaitu:

1.  
kelembaban tanah mempengaruhi pertumbuhan bawang daun.
2. bawang daundi tempat tanah yang lembab (komposnya banyak)  mengalami pertumbuhan lebih cepat daripada yang berada di tempat sedang dan kering.
3. tanaman di kelembaban tanah yang akan susah dan lambat untuk tumbuh, Hipotesis atau dugaan awal di terima karena sesuai dengan hasil eksperimen.

5.2  Saran

Penulis menyadari bahwa karya ilmiah ini masih banyak kekurangan. Jadi, bagi pembaca di harapkan dapat memberikan kritik dan saran, agar penulis bisa lebih baik lagi dalam membuat/menyusun karya ilmiah.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar